Studi Komprehensif Consumer Credit 2017

Author: 
MARS Indonesia
Year of Publication: 
2017
Publisher: 
MARS Indonesia
Language: 
Indonesian
Genre: 
Business Report
Price: 
IDR 19.000.000,00

Sejak krisis ekonomi dan moneter tahun 1998 silam, pertumbuhan kredit konsumsi tak pernah pudar pesonanya. Pertumbuhannya senantiasa di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan. Saat terjadi krisis 1998, porsi kredit konsumsi belum mencapai 7% dari total kredit perbankan, tapi pasca krisis pertumbuhannya rata-rata di atas 20%.

Kenyataan ini membuat kredit konsumsi menjadi ‘primadona’ industri perbankan. Berbagai jenis kredit konsumsi berkembang cepat, seperti kredit kendaraan bermotor/KKB (mobil ataupun motor), kemudian juga kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA), kartu kredit, bahkan kredit tanpa agunan (KTA). Tidak hanya kalangan perbankan yang bermain, tapi juga kalangan multifinance ikut memperebutkan.

Melihat potensinya yang sangat besar dipastikan semua bank dan juga perusahaan pembiayaan (multifinance) akan tetap membidik pasar kredit konsumsi. Akibatnya akan terjadi kompetisi sangat ketat antar bank maupun multifinance untuk memperebutkan pasar ini. Karena itu demi memenangkan kompetisi, maka dibutuhkan strategi yang tepat, baik itu strategi produk yang ditawarkan, layanan, maupun promosi.

Agar strategi yang dibuat sesuai dengan target pasar yang dituju, maka memahami/mengenali konsumen dengan baik, baik itu profil demografi, motif memilih jenis kredit, maupun perilaku penggunaan kredit menjadi suatu keharusan.

Mengingat pentingnya informasi tentang pasar kredit konsumsi dan jumlahnya masih sangat terbatas, MARS Indonesia pada tahun 2016 kembali melakukan riset untuk menyediakan data tentang “Consumer Credit” untuk kepentingan semua pelaku bisnis keuangan (perbankan dan multifinance) maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Tujuannya untuk memberikan sebanyak mungkin informasi dan data yang up-to-date tentang kredit konsumsi, sehingga dapat menjadi masukan berharga bagi pelaku bisnis di segmen kredit konsumsi untuk menentukan strategi bisnisnya dan aksi korporasinya.

Studi Komprehensif tentang “Consumer Credit” ini adalah yang keempat kali diterbitkan oleh MARS Indonesia sejak edisi perdana tahun 2010, dan rencananya secara periodik akan terus di-upgrade serta dikembangkan coverage area-nya, sehingga semakin hari semakin lengkap dan luas informasi yang disajikannya.

Studi Komprehensif tentang “Consumer Credit” ini adalah yang keempat kali diterbitkan oleh MARS Indonesia sejak edisi perdana tahun 2010, dan rencananya secara periodik akan terus di-upgrade serta dikembangkan coverage area-nya, sehingga semakin hari semakin lengkap dan luas informasi yang disajikannya.

Penelitian ini dilakukan dengan dua research design, yakni desk research dan descriptive research.

1. Desk Research

Desk research dilakukan untuk mengumpulkan data penunjang (sekunder), yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kredit konsumsi, yang meliputi perkembangan kelembagaan, perkembangan produk, dan besaran nilai kredit.

2. Descriptive Research

Descriptive research dilakukan melalui metode quantitative research, yakni mengumpulkan data primer langsung dari responden, dengan cara tatap muka (face-to-face interview) menggunakan kuesioner terstruktur. Quantitative research dilakukan dengan tujuan mengetahui perilaku konsumen dalam pemanfaatan produk kredit konsumsi, meliputi pengetahuan konsumen terhadap produk kredit konsumsi, lembaga penyedia produk kredit konsumsi, jenis produk kredit konsumsi yang digunakan, besaran nilai kredit, besaran dan cara cicilan, dan potensi masing-masing produk kredit konsumsi.

Dalam pemilihan responden pada quantitative research tersebut, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan random sampling dan purposive sampling/booster.

Random sampling dilakukan dengan kaidah multistage random sampling atau metode sampling acak berjenjang. Pada multistage random sampling ini, pengambilan sampel dilakukan secara acak dan bertahap. Tahapan tersebut dilakukan berdasarkan pembagian wilayah administrasi pemerintahan, yakni dimulai dari kecamatan, kelurahan, rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT).

Setelah dilakukan random sampling, selanjutnya hasil survei diperiksa apakah perlu dilakukan purposive sampling/booster. Purposive sampling merupakan teknik sampling yang bertujuan untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Dalam survei ini, purposive sampling dilakukan dengan tujuan mengetahui perilaku nasabah masing-masing produk kredit konsumsi, seperti KPR, KPM, KSM, KTA, KMG dan kartu kredit. Purposive sampling dilakukan karena dari jumlah sampel yang diperoleh secara random sampling, ternyata jumlah masing-masing nasabah dari produk-produk di atas tidak mencukupi untuk dianalisis.

Dari hasil penambahan booster maka total sampel menjadi 2.385 dengan rincian per kota yaitu Jakarta 604, Bandung 453, Semarang 384, Surabaya 427, dan Medan 517.

 

For more information about this product, please contact: