Studi E-Commerce Indonesia 2016

Author: 
MARS Indonesia
Year of Publication: 
2017
Publisher: 
MARS Indonesia
Language: 
Indonesian
Genre: 
Business Report
Price: 
IDR 25.000.000,00

E-commerce merupakan suatu sistem atau paradigma baru dalam dunia bisnis, yang menggeser paradigma perdagangan tradisional menjadi electronic commerce yaitu dengan memanfaatkan teknologi ICT (Information and Communication Technology), atau dengan kata lain teknologi internet. Survei yang dilakukan Mars Indonesia mengungkap bahwa 90,5 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan, nilai bisnis e-commerce di Indonesia pada tahun 2015 mencapai US$3,56 miliar atau setara Rp46 triliun. Tahun 2016 diprediksi akan mencapai angka US$4,89 miliar atau sekitar lebih dari Rp68 triliun. Jumlah tersebut diyakini akan terus berkembang pesat hingga 2020 mendatang.

Perkembangan pesat industri e-commerce di Indonesia ditandai dengan pertumbuhan jumlah toko online dan marketplace yang kian agresif. Data Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) mencatat tiga tahun yang lalu anggotanya hanya berjumlah 9 perusahaan e-commerce. Namun saat ini sudah beranggotakan 185 perusahaan.

Mempertimbangkan pasar yang sangat potensial tersebut, Mars Indonesia telah menyusun laporan STUDI E-COMMERCE INDONESIA 2016. Laporan dengan tebal sekitar 500 halaman, yang terbit hasil kerjasama dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) ini pengumpulan datanya dilakukan pada Mei-Juni 2016 di 8 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Palembang).

Besarnya sampel dari 8 kota yang disurvei seluruhnya berjumlah 2732 sampel berusia 13-55 tahun dari SES A hingga SES C, dengan perincian sampel di masing-masing kota: Jakarta 611, Bandung 302, Semarang 302, Surabaya 300, Medan 306, Makassar 303, Denpasar 302 dan Palembang 306.

Perkembangan pesat industri e-commerce di Indonesia ditandai dengan pertumbuhan jumlah toko online dan marketplace yang kian agresif. Data Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) mencatat tiga tahun yang lalu anggotanya hanya berjumlah 9 perusahaan e-commerce. Namun saat ini sudah beranggotakan 185 perusahaan.

Mempertimbangkan pasar yang sangat potensial tersebut, Mars Indonesia telah menyusun laporan STUDI E-COMMERCE INDONESIA 2016. Laporan dengan tebal sekitar 500 halaman, yang terbit hasil kerjasama dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) ini pengumpulan datanya dilakukan pada Mei-Juni 2016 di 8 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Palembang).

Penelitian ini dilakukan dengan dua research design, yakni desk research dan descriptive research.

1. Desk Research

Desk research dilakukan untuk mengumpulkan data penunjang (sekunder), yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan bisnis e-commerce tanah air, termasuk sarana dan prasarana penunjangnya, seperti koneksi internet, jasa pengiriman/kurir, metode pembayaran, dan media sosial. Data sekunder tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber.

2. Descriptive Research

Descriptive research dilakukan melalui metode quantitative research, yakni mengumpulkan data primer langsung dari responden, dengan cara tatap muka (face-to-face interview) dan kuesioner terstruktur. Quantitative research dilakukan dengan tujuan mengetahui perilaku konsumen dalam melakukan pembelian barang/jasa secara online melalui situs/aplikasi e-commerce.

Dalam melaksanakan quantitative research tersebut, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan random sampling dan purposive sampling/booster.

a. Random Sampling

Random sampling dilakukan dengan kaidah multistage random sampling atau metode sampling acak berjenjang.

Pada multistage random sampling ini, pengambilan sampel dilakukan secara acak dan bertahap. Tahapan tersebut dilakukan berdasarkan pembagian wilayah administrasi pemerintahan, yakni dimulai dari kota, kecamatan, kelurahan, rukun warga (RW) hingga rukun tetangga (RT).

b. Purposive Sampling (booster)

Setelah dilakukan random sampling, selanjutnya hasil survei diperiksa apakah perlu dilakukan purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik sampling yang bertujuan untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Dalam survei ini, purposive sampling dilakukan untuk mencari user e-commerce yang tidak diperoleh secara random sampling, sehingga kecukupan jumlah sampel terpenuhi untuk dianalisis.

 

For more information about this product, please contact: