Selamat datang era Big Data

Dipersiapkan untuk Majalah SWA

Sudah banyak diketahui bahwa kemenengan tim Jerman di Piala dunia 2014 bukan hanya disebabkan oleh hebatnya tim dan strategi pelatih.  Satu faktor yang mencengangkan banyak orang adalah berperannya BIG DATA, yakni sejumlah besar data tentang berbagai hal yang melingkupi permainan sepak bola yang akan dilakukan oleh tim Jerman.  Sejumlah ahli dikerahkan oleh tim Jerman untuk mengumpulkan data mulai dari cuaca, makanan, kerapatan udara, dan data lingkungan lain, serta yang sangat penting adalah data tentang pemain tim lawan, mulai dari latar belakangnya (bahkan sampai data kebiasaan pemain sejak kecil, trauma-trauma yang mungkin dimiliki, kebiasaan tertentu, emosi, sampai pada pergereakan detail  pemain di lapangan baik ada atau tidak ada bola, termasuk reaksi pemain ketika ada tekanan .  Diketahui bahwa dari pertandingan 10 menit saja jutaan data berhasil dikumpulkan dan dianalysis dan menjadi masukan yang sangat berharga bagi strategi tim.  Hasilnya adalah dengan mudahnya tim jerman membantai sang juara 5 kali Piala Dunia dan tuan rumah Brazil dengan skor yang sangat mencolok (bahkan kalau tidak ditahan oleh sang pelatigh mungkin kemenangannya akan lebih besar).  Dan pada pertandingan final ternyata pemain terbaik dunia Lionel Messi dengan mudah dipatahkan pergerakannya dan kemudian Jerman menjadi Juara Dunia.

Ini pertarungan di era baru dan sangat memungkinkan untuk diaplikasikan di sektor manapun.  Era Pertarungan bukan hanya pada kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas dan individu yang bermain, tetapi juga pada kemampuan memahami secara detail kondisi lapangan dan setiap stakeholder yang bermain di dalamnya.  Ketersediaan data detail dari berbagai sisi (istilah teknisnya multivariable data) dan kemampuan memproses data tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan akan sangat menentukan hasil pertarungan.  Dengan tersedianya data yang sangat detail tentang tim lawan, maka pelatih Jerman memiliki informasi yang sangat cukup tentang strategi yang dapat diterapkan dan pemain yang cocok untuk memenangkan pertandingan.

Penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis sudah tidak asing lagi bagi kita, tetapi penggunaan big data adalah sebuah era baru peperangan.  Selama ini dunia bisnis melakukan cross-sectional survey baik terhadap konsumen maupun kompetitornya sebagai dasar pengambilan keputusan tertentu.  Tetapi era big data memungkinkan pengelola merek meneliti dengan cara berbeda, baik perilaku kompetitor, persoalan dan perilaku channel, maupun latar belakang dan perilaku konsumennya secara detail.  Sebuah keputusan yang dilakukan oleh konsumen misalnya akan sangat dipengaruhi oleh cara konsumen memproses keputusannya dan informasi yang dimiliki pada saat memutuskan pemilihan merek.  Hal itu sangat dipengaruhi oleh latar belakang konsumen, situasi yang sedang dihadapi, pilihan yang dimiliki, sampai komposisi keputusan pemilihan akan produk-produk lain.  Hal ini tidak mungkin dilakukan dengan cross sectional research, apalagi terbatas melalui post factum interview (wawancara setelah kejadian berlalu sekian lama).

Online marketing oleh Google merupakan salah satu pemafaatan big data dalam pemasaran.  Setiap orang yang membuka website tertentu yang ada kandungan iklannya,  akan dihadapkan oleh munculnya iklan yang berbeda.  Ini bukan by random tetapi by design karena apabila anda sering terkoneksi internet, mesin pencari akan merekam seluruh perilaku anda berinternet.  Apabila suatu kali anda melihat-lihat website online shop misalnya, jangan heran di browser anda sering muncul iklan-iklan yang berkaitan dengan online shop.

Twitter dan facebook serta media sosial lainnya, saat ini merupakan salah satu sumber memahami konsumen secara lebih detail.  Dari latar belakang  pengguna (seperti pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain) serta ditambah setiap posting twitter sekian waktu misalnya, kita akan mampu memahami apa yang menjadi concern seseorang dan variabel-variabel apa saja yang akan dipertimbangkan oleh orang tersebut dalam pengambilan keputusan.

Untuk offline business, aplikasi big data di Indonesia sangat memungkinkan dilakukan oleh beberapa industri yang basis datanya kuat.  Bank, asuransi, dan retail bisa memanfaatkan big data untuk memperkuat bisnisnya.  Bahkan pemanfaatan big data di industri retail akan memberikan value yang luar biasa bagi industri lain.  Contohnya saja mengkaitkan transaksi yang dilakukan di retail dengan consumer profile jelas akan menghasilkan data yang sangat kaya bagi manajemen brand maupun dalam pengembangan produk.  Pengetahuan tentang perilaku berbelanja produk-produk tertentu untuk setiap kelompok konsumen secara kontinyu (longitudinal data) jelas akan memunculkan banyak aspek dalam pengelolaan produk.

Selain itu era big data juga memberikan peluang yang menarik bagi pengelolaan merek karena tersedianya sekian banyak informasi yang memungkinkan penyusunan strategi  lebih presisi.   Kalau selama ini strategi dikembangkan didasarkan pada external information yang terbatas melalui pemotretan konsumen sesaat ditambah dengan informasi internal yang juga tidak banyak, maka pilihan strategipun sangat terbatas.  Situasinya akan berbeda manakala data-data konsumen (perilaku dan profil), data tentang program competitor, informasi retail, data perilaku produk subsitusi dan komplemen, serta beberapa data yang lain  tersedia dalam jumlah yang cukup.  Strategi ini tentu akan beyond basic strategi yang selama ini sudah sering dibicarakan. 

Saat ini infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengolah informasi sebesar apapun sudah tersedia dalam jumlah dan kapasitas yang cukup.  Hardware dengan kapasitas penyimpan besar dalam ukuran yang kecil, processor dalam kecepatan tinggi,  sambungan internet dengan bandwith besar dan kecepatan tinggi, dan juga software advance analysis, semua tersedia dalam jumlah yang cukup.  Persoalannya memang di Indonesia adalah HR scarcity.  Belum banyak tenaga ahli yang memadai di Indonesia untuk dapat mengelola dan menganalisisnya.  Tetapi hal ini tidak perlu menjadi kekuatiran berlebihan karena dalam dunia flat ini banyak tenaga ahli di bagian dunia lain yang siap 24 jam untuk membantu. Mereka adalah para data spesialist dengan beragam keahlian.  India merupakan salah satu negara yang tidak pernah kekurangan SDM yang baik untuk melakukan berbagai pekerjaan ini dengan biaya tidak besar.

Jadi, mari bersiap karena era platform baru persaingan bisnis sudah mulai. Selamat datang era Big Data.

 

Jakarta, 8 September 2014 

Asto Subroto